HEADLINE NEWS

Pilihan Dakri News

LightBlog
Adbox

Popular

33 Personel Lemdiklat Polri : Introduction to Leadership & Gender Mainstreaming for female law enforcement

By On Mei 29, 2020


Dakrinews, - Jakarta
Sejumlah 33 personel Polwan Lemdiklat Polri
dibawah Koordinator BJP Ida Oetari Purnamasasi, SAP, MA dan mentoring BJP Dr. Juansih, Dra. S.H., M.Hum. mengikuti seminar online tentang " Introduction to Leadership & Gender Mainstreaming for female law enforcement " Penyelenggara Interpol Project Sunbird melalui Webex dari Singapura 


Acara dilaksanakan di IT Center Lemdiklat Polri dan Satdik Jajaran Lemdiklat Polri, kamis ( 28/5/20 ) pukul 09.00 Wib dengan pembicara :
Mr Jorge FAINSTEIN DAY GASTRELL, INTERPOL Acting Director, Capacity Building and Trainin menyampaikan Opening remarks;
Ms Irina D’ALMEIDA, INTERPOL Senior Gender Affairs Officer menyampaikan Session 1: Basic concepts of gender mai
nstreaming for law enforcement, Session 2: Basic concepts of gender mainstreaming for law enforcement
Mr Juan CASTELLAZ FAICO, INTERPOL Project Manager menyampaikan Opening remarks, Session 3: Introduction to Leadership, Session 4: Self Assessment and Creating a Personal Plan.
Mr David KEANE, INTERPOL Project Assistant

Dalam webinar ada beberapa hal yang terkait antara lain,1. Peserta sangat besemangat untuk mengikuti kegiatan seminar online yang mana metode ini sangat memudahkan kita untuk mendapatkan ilmu dimanapun kita berada selama masih Ada jaringan internet SFR life, 2. Materi yang diberikan mengangkat masalah concepts of gender mainstreaming for law enforcement, Introduction to Leadership dan Self Assessment and Creating a Personal Plan sebagai bekal para Polwan dalam pelaksanaan tugas sehingga bisa menambah pengetahuan ttg gender dan bisa melaksanakan tugas yang setara dengan  Polki,
3. Saran masukan kegiatan Capacity Building and Training separti ini bisa diterapkan ditengah Pandemic COVID 19 sehingga menambah wawasan dan motivasi bagi para Polwan yang berguna dalam pelaksanaan tugas. (Red)

Hipakad Sebut Wastafel Sesuai Protokol Area Institusi Pendidikan

By On Mei 12, 2020


Dakrinews|  Tebingtinggi
Kurva penekanan infeksi Virus Corona (Covid-19) di Tebingtinggi, Sumatera Utara terus ditekan.

Lewat penerapan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), Pemerintah Kota terus menggalakkan cara mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir sebagai cara efektif untuk mencegah infeksi virus.

Bagi orang dewasa, cuci tangan tidak hal yang sulit untuk dilakukan, termasuk pelajar SLTP dan SLTA dan sederajat lainnya.

Berbeda dengan anak anak kategori pelajar tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan dan Sekolah Dasar (SD).

Bagi tenaga pendidik untuk mengatur anak usia dini tidak hal yang mudah. Perlu kesabaran tinggi dan ketersediaan sarana pendukung cuci tangan seperti Wastafel atau jenis lainnya.

Kendati diprediksi murid masuk sekolah pada Juni mendatang, kebutuhan itu direspon Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tebingtinggi, Drs H Pardamean Siregar MAP.

Dua pekan terakhir, gagasan program wastafel sudah berjalan hampir disetiap sarana SD, SLTP dan SLTA.

Langkah Integrasi Kadisdik direspon ketua Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Tebingtinggi, Abdul Toni Nainggolan Selasa(11/5/2019).

Kendati masih menunggu kebijakan Pemerintah Pusat, Toni akrab disapa Ucok Golan menegaskan, penganggaran dan peruntukan wastafel menjadi cara terbaik untuk memutus mata rantai Covid-19 di lingkungan sekolah.

Karena Protokol kesehatan Covid-19 dianggap Ucok menjadi acuan, saat kebersihan tangan menjadi hal penting mencegah penularan lewat sentuhan menjelang proses belajar mengajar.

” Wastafel salah satu jawaban atas kekhwatiran orangtua ditengah pandemi. Cuci tangan efektif dilakukan saat anak kita masuk sekolah, saya yakin Kadisdik sangat memahami kondisi ini,” ucapnya saat bincang bincang bersama JOnews.id di seputar Jl.13 Desember.

Ucok menegaskan, diharapkan pembangunan Wastafel diselaraskan dengan kapasitas murid. ” Akan sulit menerapkan Sosial Distancing, jika wastapel hanya 1 unit saja, volumenya bisa ditambah diberbagai titik lingkungan sekolah,” paparnya.

Dukungan Orang Tua Murid

Endang (35) Ibu rumah tangga warga Jl. Kol Yos Sudarso menilai, pembuatan wastapel merupakan sarana pendukung PHBS untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Dirinya meminta agar kesabaran tenaga pengajar dapat lebih ditingkatkan, begitu juga ketersediaan sabun yang harus dijaga.

” Kita meminta Kadisdik, agar tenaga pendidik dihimbau lebih bersabar menghadapi anak sekolah saat hendak mencuci tangan, kebutuhan sabunnya jangan sampai kurang,” sebutnya.

Gagasan Kadisdik soal wastapel cuci tangan di setiap sekolah dianggap Ali (56) orangtua Krisna di Kawasan G. Leuser sebagai program mendukung Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19.

” Sulit mengendalikan ribuan murid untuk cuci tangan ke Toilet, jika ada wastafel menjadi cara tepat dan tidak ribet bagi murid untuk cuci tangan pakai sabun sebelum belajar, terapkan Protokol Covid-19, agar anak kita merasa aman dan nyaman,” harap Ali.(mnl)

Imam Donasi 1.500 Sembako, Hazly Sebut Kader Terbaik Gerindra

By On Mei 10, 2020


Dakrinews | Tebingtinggi 
Membantu meringankan tekanan ekonomi rakyat ditengah wabah Corona, Imam Ansyori Nasution donasi 1.500 paket sembako Minggu (10/5/2020).

Imam, menjadwal pembagian sembako dilakukan secara bertahap. Sebanyak 150 paket dikucurkan setiap hari hingga 10 hari kedepan.

Anggota DPRD Partai Gerindra bertatap muka dengan 150 orang warga penerima Sembako di Kelurahan Pabatu dan Kec.Tebingtinggi Kota.

Pemilik retail bisnis Kopi di kawasan Veteran itu merasakan perubahan ekonomi akibat virus Corona (Covid-19) yang tengah melanda.

“Semoga sembako beras, gula, minyak goreng, bubuk teh dan sirup dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat jelang Idul Fitri mendatang,” sebut Imam.

Didua kawasan itu, Imam terlihat hadir bersama Ketua DPC Partai Gerindra Tebingtinggi, M Hazly Azhari Hasibuan Msi dan anggota pengurus partai lainnya. “Imam merupakan kader terbaik DPC Partai Gerindra,” sebut Hazly.

Hazly mengurai rasa kagum atas prestasi gemilang Imam di dunia politik. Diusia muda Imam 30 tahun, sosok muda milenial itu mampu mendulang 2800 suara bersaing dengan politikus senior pada musim Pencalonan Legislatif tahun lalu.

Fakta itu membuktikan bahwa Imam memiliki relasi yang bagus dalam berpolitik. Pantas jika dunia politik sangat membutuhkan sosok muda Imam Ansyori Nasution sebagai regenerasi tokoh politik Tebingtinggi.

“Jangan pernah lelah demi kebaikan. Bersama kita besarkan Partai Gerindra,” pesan Hazly.(*)

Soal Rekom Ditengah Rencana Gugatan, Kadisdik Pardamean : Diktumnya Belum Saya Teken

By On April 30, 2020


Dakrinews | Tebingtinggi
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Tebingtinggi, Drs H Pardamean Siregar tidak menyangkal, saat ditanya soal rekom ijin sekolah PH yang sudah dilayangkan ke Dinas PMPTSP Rabu kemarin.

Hanya saja, bagian diktum terakhir yang seharusnya ditandatangani, tidak dilakukan Pardamean.

Sebagai langkah antisipasi Pardamean atas kemelut dualisme dan perkara di Yayasan itu.

” Iya Diktum akhir belum saya teken, ” sebutnya saat wawancara usai rapat di Gedung Pendidikan Jl Kol Yos Sudarso Kamis(30/4/2020).Soal Gugatan, Pardamean berpendapat itu persoalan internal yayasan.

” Jika penggugat itu menang, ijin merekalah yang akan kita keluarkan,” ujarnya meninggalkan awak media menuju Balai Kota.(mnl)

Penanganan Anggaran Wabah Benar-benar Disalurkan

By On April 28, 2020

Ketua Komisi I DPRD Kota Medan Rudiyanto Simangunsong mengingatkan Pemerintah Kota Medan untuk menyalurkan anggaran penanganan wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dengan jujur dan profesional. Hal ini penting dilakukan agar tidak ada persoalan di kemudian hari yang malah menyerat pejabat ke ranah hukum.

“Kita mengingatkan Pemko Medan untuk betul-betul menyalurkan anggaran yang dialokasikan tepat sasaran jujur dan profesional. Kami mewanti-wanti ini agar tidak ada permasalahan hukum diakhirnya nanti,” tegas Rudiyanto Simangunsong, S,Pd. (foto) kepada wartawan, Selasa (28/04/2020).

Rudiyanto mengungkapkan, saat ini kondisi warga sudah sangat memprihatinkan dari sisi ekonomi disi lain Pemko Medan menggembar gemborkan anggaran penanganan covid-19 yang mencapai ratusan miliar.

“Yang terjadi di masyarakat sekarang, Pemko menyebut-nyebut angka 100 miliar untuk penanganan wabah ini, tapi hari ini di masyarakat mereka seolah harus mengemis untuk mendapat bantuan,” jelas Rudiyanto.

Dengan kondisi hari ini, Rudiyanto mengharapkan anggaran yang dialokasikan dalam penanganan wabah ini benar-benar disalurkan seluasi dengan peruntukannya. “Kami mengingatkan untuk tidak adanya kekeliruan dalam pengalokasiannya di masyarakat,” jelasnya.

Sampai degan saat ini, DPRD mendengar ada dana yang dipergunakan sebesar Rp 36 Miliar, diantaranya di Dinas Kesehatan sementara ini dana yang dipakai Rp 27 Miliar. Tapi pihaknya heran mengapa sampai detik ini masih mendengar ada rumah sakit dan para medis yang menjerit kekurangan APD.

“Kita melihat belum sinkron antara dana yang ada dan akan keluar dengan keadaan lapangan. Begitu juga di OPD-OPD lainnya kita berharap untuk terus menggunakan anggaran yang notabene ini uang rakyat jangan disalah gunakan,” jelasnya.

Dikatakannya, anggota dewan akan terus menggawasi anggaran Covid-19 ini dengan baik dan berpesan kepada gugus tugas covid dan OPD-OPD pengguna anggaran utuk berhati-hati jika tidak ingin dihukum mati dan penjara seumur hidup.

“Sesuai Surat Edaran (SE) KPK nomor 8 Tahun 2020 tertanggal 2 April 2020, KPK Mengingatkan kepada pelaksana Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk tidak berniat jahat dengan memanfaatkan kondisi darurat sehingga merugikan keuangan negara dimana ancamannya hukuman mati dan penjara seumur hidup,” jelas Rudiyanto.

Rudiyanto juga sangat yakin KPK dalam hal ini tetap akan mengawasi penggunaan anggaran gugus tugas Covid 19 di Kota Medan dan tidak akan tinggal diam. “Jika melihat SE KPK kita yakin mereka akan serius mengawasi anggaran ini,” pungkasnya.

SD Islam Terpadu PH Tebingtinggi Diduga Tak Berijin

By On April 28, 2020


Dakrinews | Jl.Abdul Rahman, Tebingtinggi -

Sekolah Dasar (SD) Perguruan islam terpadu PH di kawasan Jl. Abdul Rahmman Lubis Kec. Padang Hilir Tebingtinggi diduga beroperasi tanpa legalitas Surat Ijin Operasional Penyelenggara (SIOP) Tahun Ajaran 2019-2020.

Sementara menurut ketentuan, SIOP produk resmi milik Dinas Pendidikan dan kebudayaan itu, disebut sebut menjadi syarat mutlak bagi sebuah penyelengara pendidikan harus diregistrasi ulang agar periode tahun ajaran mendatang dapat dilaksanakan.

Memang mula berdiri sejak tahun 2005, kondisi pengurus internal SD islam terpadu favorite berlabel PH yang dikelola oleh mantan seorang anggota DPRD itu tidak mengalami kendala Dualisme.


Hingga tahun ajaran 2019 kemarin terkuak dugaan, bahwa permohonan ijin SIOP SD PM tidak direspon pihak Kadisdik H Pardamean Siregar MAP akibat konflik internal dualisme yayasan itu.

Sumber awak media Senin kemarin menyebutkan, bahwa kemelut dualisme dalam kelompok itu berawal ditahun 2006, setahun sejak berdirinya Yayasan Perguruan Sosial Dakwah Islam (YPSDI) Al-Furqan.

Sebagai referensi, bahwa Yayasan Al-Furqan adalah sebuah lembaga formal Islam terpadu fokus bergerak di bidang dakwah yang digagas oleh 4 orang petinggi salah satu Partai Islam di kota itu.

Mereka adalah Tuam Lech (Alm), Ishak Trianda, SPd, Zulfikar dan Amir Khan. Setahun berjalan, regulasi mengharuskan mereka menetapkan Yayasan Al Furqan sebagai penyelenggara langsung atas perguruan islam terpadu PM yang langsung ditandatangi Badan Pendiri YPSDI Al Furqan, Ishak Trianda SPd.

Dalam kesepakatan itu, menurut sumber awak media kesepakatan itu tidak diindahkan oknum Z yang diduga menguasai perguruan itu. Ishak Trianda, merasa keberatan dengan cara mengurus oknum initial Z. Ishak menganggap untuk mencari keuntungan pribadi.

Konflik itu ditenggarai menjadi sebab gagalnya managemen meyakinkan Kadisdik Pardamean Siregar hingga enggan mengeluarkan ijin SIOP hingga tahun 2020.

Tentunya, jika saja dugaan itu benar adanya, manageman sekolah dibawah binaan mantan anggota DPRD tersebut tetap beroperasi.

Kini SK Pengangkatan pengurus perguruan Islam terpadu "Permata Hati YSPDI Al-Furqon" Nomor :11/SK/AF/VIII/ 05, pada 05 Agustus 2005 telah dicabut dengan SK nomor :01/BPg/YPSDI AF/4/2006, yang memutuskan penyelenggara perguruan Islam terpadu Permata Hati langsung oleh badan pengurus YPSDI Al-Furqon.

Mengacu kepada SK Pengangkatan Badan Pengurus YPSDI Al-Furqon nomor :01/BPd/YPSDI AF/3/2006 kalau nama Badan Pengurus YPSDI Al-Furqon Drs M.Nasir, Wan Sawal ST, dan Susiyanti Spdi, yang berlaku sejak 13 Maret 2006 yang ditandatangani Badan Pendiri IShak Trianda spd

Dikonfirmasi soal SIOP yayasan itu, Kepala Dinas Pendidkan Drs H Pardamean Siregar MAP melalui Kabid Dikdas Evni tak berada di Gedung Dinas Pendidikan.

Kofirmasi Via WhatApp juga menemui jalan buntu. WhatApp Erni tidak aktif.

Begitu juga ketua yayasan Al Furqan Tebingtinggi bernama M.Natsir. Konfirmasi Via WhatApp Selasa (27/4/2020) pkl.13.15 ke nomor 0821,6513.xxxx berceklis biru namun tak merespon pertanyaan perihal status sekolah PH diduga tanpa ijin SIOP.( Mnl)

Akhyar Minta Masukan Kapolrestabes Untuk Sempurnakan Ranperwal Karantina Terkait Penanganan Covid 19

By On April 27, 2020

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menyampaikan draf Rancangan Peraturan Wali Kota (Ranperwal) Kota Medan terkait  Karantina Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Medan kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir SIK MTCP di Mapolrestabes Medan, Senin (27/4). Akhyar berharap masukan Kapolrestabes untuk penyempurnaan draf tersebut. Di samping itu juga mengharapkan dukungan penuh seluruh jajaran Kapolrestbaes Medan sehingga Perwal terkait Karantina nantinya berlaku efektif guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kedatangan Akhyar turut didampingi Asisten Umum Setdako Medan Renward Parapat, Kadis Sosial Endar Sutan Lubis, Kepala BKD & PSDM Muslim Harahap, Kabag Tapem Ridho Nasution, Kabag Umum Andi Syahputra serta Camat Medan Perjuangan Afrizal. Dalam pertemuan dengan Kapolrestabes didampingi sejumlah pejabat di jajaran Polrestabes Medan, Akhyar pun menyampaikan draf terkait Ranperwal Karantina tentang Penanganan Covid-19 di Kota Medan.

Dalam Ranperwal terkait Karantina tersebut, Akhyar juga mengungkapkan rencana Pemko Medan akan menerapkan Cluster Isolation. Sebelum itu dilakukan, Pemko Medan akan melakukan screening awal kepada warga yang memasuki Kota Medan. Kemudian diikuti dengan pengecekan suhu tubuh, jika panas tubuhnya mencapai 38°C, maka yang bersangkutan akan dilakukan karantina rumah karena sudah masuk kategori orang dalam pengawasan (ODP).

“Walaupun sudah masuk kategori ODP, tetapi yang bersangkutan belum positif Covid-19. Guna menghindari terjadinya transmisi lokal, maka yang bersangkutan dikarantina di rumah. Selama menjalani karantina, yang bersangkutan akan diberi bantuan pangan. Selain ODP, karantina rumah juga akan diberlakukan terhadap warga yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) serta pelaku perjalanan (PP)", ungkap Akhyar.

Kapolrestabes menyambut baik dan siap mendukung Perwal terkait Karantina tersebut. Dikatakannya, Polrestabses Medan siap berkolaborasi dengan Pemko Medan dalam rangka penanganan Covid-19 di Kota Medan. Bahkan, ungkap Kapolrestabes, jajaran Polri hingga tingkat bawah telah menggelar Operasi Aman Nusa. Di samping itu lagi tambahnya, Polri juga masuk dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di pemerintahan.

Tidak itu saja, terang Kapolrestabes, Polri juga ikut serta melakukan deteksi terhadap program jaringan pengamanan sosial, guna memastikan bantuan yang diberikan kepada masyarakat tepat sasaran guna menghindari terjadinya kericuhan. “Apabila pelaksanaan bantuan jaringan pengamanan sosial berlangsung baik dan tepat sasaran, kecil kemungkinan terjadinya kerawanan,” jelas Kapolrestabes.

Usai pertemuan dengan Kapolrestabes, Plt Wali Kota menjelaskan, tujuan dilakukan pertemuan guna mengkonsultasikan sekaligus penyempurnaan Ranperwal Karantina terkait Penanganan Covid-19 di Kota Medan. “Banyak masukan yang telah kita terima dari Bapak Kapolrestabes beserta jajaran. Masukan ini selanjutnya akan menjadi bagian dari Perwal tersebut. Sebab, penanganan Covid-19 menjadi tanggung jawab dari kita semua,” terang Wali Kota.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *