HEADLINE NEWS

Pilihan Dakri News

LightBlog
Adbox

Popular

PTPN III Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Sambut Bulan Ramadhan 1440 H

By On Mei 01, 2019

PTPN III (Persero) Peringati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
dan Sambut Bulan Ramadhan 1440 Hijriah/2019 Masehi  


PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriah pada hari Selasa (23/4/2019) bertempat di Masjid Nurul Hikmah Kantor Direksi Medan. Isra Mi’raj tahun ini bertemakan “Dengan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Penyambutan Bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriah/2019 Masehi, Mari Kita Tingkatkan Iman, Taqwa Serta Silaturahmi Untuk Mewujudkan Perusahaan Yang Tangguh dan Karyawan Sejahtera” dan dihadiri oleh Ahmad Gusmar Harahap (SEP SDM & Umum) beserta Istri, Adi Fitria (SEP Produksi) beserta istri, Kepala Biro/bagian dan seluruh karyawan/ti Kantor Direksi yang beragama islam.

Acara diawali dengan sholat Ashar berjemaah yang dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Alqur’an oleh Nurjannah dan saritilawah oleh Elsya Mawaddah. Selain siraman rohani, kegiatan Isra Mi’raj ini juga dirangkai dengan pemberian santunan  kepada anak-anak yatim piatu sebanyak 100 orang dengan nilai santunan sebesar Rp. 300.000,- per orang.

Gusmar Harahap dalam sambutannya mengucapkan selamat menyambut Bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriah yang sebentar lagi akan tiba. Sesuai dengan tema peringatan Isra’ Mi’raj dan menyambut Bulan Suci ini, Ahmad Gusmar menyampaikan kepada seluruh karyawan untuk terus meningkatkan Iman, Taqwa serta Silaturahmi dalam rangka mewujudkan perusahaan yang tangguh dan karyawan sejahtera. “dengan peringatan Isra’ Mi’raj ini mudah-mudahan bisa memperkuat ketebalan iman seluruh karyawan dan karyawati yang beragama Islam sehingga meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT” ujarnya.  
 
Dalam siraman rohani yang disampaikan oleh Ustadz Drs. Sudarso menitikberatkan kepada kepercayaan dan kepatuhan iman hanya kepada Allah SWT. Perjalanan rohani yang dipertunjukkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW adalah bukti kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, dengan begitu setiap umat Islam agar kiranya selalu menumbuhkan semangat dihatinya untuk memuji kebesaran Allah SWT dan selalu takut kepada-Nya sehingga manusia terhindar dari perbuatan dosa.

Komisi C : Pemko Memonitoring Harga Sembako di Pasar

By On April 30, 2019

Menjelang bulan ramadan dan hari Raya Idul Fitri, DPRD Medan melalui Komisi C meminta agar Pemerintah Kota Medan memonitoring harga bahan pokok di pasar.
"Apalagi seolah sudah tradisi, harga bahan pokok kerap naik menjelang hari besar keagamaan. Jadi kita minta, Pemko melakukan pengawasan dan memonitoring harga bahan pokok, baik itu di pasar tradisional maupun di supermarket,"ujar Anggota Komisi C DPRD Medan, Jangga Siregar, Selasa (30/4/2019).
Dia menambahkan, pengawasan dilakukan agar 'permainan' distributor maupun pedagang yang melakukan penimbunan barang dapat segera diantisipasi.
"Jangan sampai kenaikan harga ini mengganggu kenyamanan umat muslim melaksanakan ibadah puasa, mereka jadi terbebani dengan tingginya harga bahan pokok,"kata politisi Hanura ini.
Jangga menegaskan, dalam pekan ini sebelum memasuki bulan puasa, Komisi C yang membidangi pasar akan meninjau ke lapangan.
"Mungkin pekan ini kami akan memonitoring ke pasar-pasar yang kuat dugaan melakukan hal-hal seperti itu,"tukasnya.
Menyoal adanya beberapa komoditi bahan pokok yang harganya mulai naik, anggota dewan yang vokal ini kembali mengingatkan agar Pemko Medan melalui dinas terkait segera sidak ke pasar maupun menggelar operasi pasar (op).
"Harga-harga yang naik ini segera ditinjau lagi, jangan dibiarkan. Karena banyak pelaku usaha yang nakal, sengaja melakukan penimbunan barang biar harga mahal. Dinas terkait, terutama PD Pasar dan dinas perdagangan harus melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi kenakalan pelaku usaha. Kalau perlu diberi sanksi tegas, agar ada efek jera,"tegasnya.

Pemko Medan & RCTI Akan Tampilkan Fesival Pesona Lokal 2019

By On April 30, 2019

Setelah sukses menggelar event besar bertajuk ‘Festival Pesona Lokal 2018’, Pemko Medan kembali akan menggelar gawean serupa di tahun ini. Kali ini akan ditampilkan budaya dan kearifan lokal yang dimiliki Kota Medan. Dengan demikian masyarakatluas dapat lebih mengenal lebih jauh mengenai identitas seluruh budaya yang ada di ibukota Provinsi Sumatera Utara.
            Demikian terungkap ketika Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM menerima kedatangan Tim Marketing Communication (Marcom) RCTI di Balai Kota, Selasa (30/4). Kedatangan tim bertujuan untuk kembali bekerja sama dengan Pemko Medan terkait pegelaran Festival Pesona Lokal 2019. Dengan demikian, antara Pemko Medan dan RCTI dapat menselaraskan serta mengkolaborasikan content yang akan ditampilkan nantinya.
           Sekda mengatakan, Pemko Medan menyambut baik kegiatan tersebut. Apalagi, event ini nantinya akan lebih membuat Kota Medan semakin bergaung melalui penayangan melalui tv swasta nasional tersebut. Dengan begiktu banyak pula masyarakat yang akan melihat keanekaragaman budaya yang dimiliki Kota Medan sehingga menarik minat untuk datang berkunjung
            ‘’Pemko Medan menyambut baik hal ini. Terlebih, kegiatan yang didukung RCTI ini menjadi wadah bagi Kota Medan untuk mengenalkan segala ciri khas yang dimiliki baik itu dari sisi budaya maupun kulinernya. Untuk itulah diharapkan kita dapat menyamakan persepsi sehingga nantinya dapat menampilkan yang terbaik,’’kata Sekda.
            Selain itu, kepada pihak RCTI, Sekda kemudian meminta agar esensi dari acara yang digelar tidak mengurangi kapasitas Pemko Medan sebagai tuan rumah. Sebab, selain disupport RCTI, Pemko Medan juga memiliki tugas untuk memberikan kontribusi dan sumbangsihnya demi kemeriahan acara tersebut.
            ‘’Kami mengapresiasi kesempatan yang diberikan pihak RCTI kepada Pemko Medan lewat festival yang akan digelar nanti. Namun, kami juga berharap agar pada pelaksanaannya antara Pemko Medan dan RCTI memiliki keseimbangan baik dalam persiapan maupun ekspose kegiatan. Sebab, yang kita lakukan ini sama-sama bertujuan untuk mengenalkan budaya dan kearifan lokal khas Kota Medan,’’ harapnya.
            Di samping itu pula, Sekda berharap agar kegiatan tersebut dapat menjadi kegiatan rutin tahunan Pemko Medan. ‘’Jika kegiatan ini dapat dijadikan sebagai kegiatan rutin setiap tahun, maka saya optimis bahwa setiap tahunnya akan banyak wisatawan yang datang berkunjung ke Kota Medan,’’ ungkapnya dihadapan Kadis Pariwisata Agus Suriono, Kadis Pendidikan Marasutan, Kadis Koperasi Edliaty dan Sekdis Dinas Kebersihan dan Pertamanan Zul F Ahmady yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.Oleh karenanya, kepada pimpinan OPD terkait, Sekda berharap agar pertemuan ini dapat terus ditindak lanjuti. ‘’Saya berharap pertemuan hari ini memberikan dampak yang positif tidak hanya bagi Pemko Medan tapi juga bagi RCTI. Untuk itu saya berharap agar kita sama-sama melakukan dan memberikan kontribusi terbaik demi suksesnya acara tersebut,’’ imbuhnya.
            Sementara itu, Ivan selaku perwakilan RCTI mengaku, pihaknya memilih Kota Medan sebagai tempat untuk menggelar Festival Pesona Lokal 2019 karena Kota Medan memiliki keanekaragaman etnis yang menjadi nilai tinggi untuk dikenalkan dan dipromosikan. Dengan harapan, Kota Medan dapat menjadi destinasi wisata para wisatawan.
            ‘’Menjadi kebanggan bagi kami jika bisa menggelar acara ini di Kota Medan. Terlebih, dari informasi yang kami dapat, Kota Medan terkenal dengan berbagai etnis yang ada. Ini tentu menjadi nilai jual tinggi tidak hanya bagi RCTI tapi juga bagi Pemko Medan. Untuk itu, kami harapkan kerjasama dan  tindaklanjut dari Pemko Medan,’’ kata Ivan.
            Diungkapkan Ivan, Kota Medan akan menjadi kota pertama digelarnya festival tersebut. Selanjutnya kemudian akan dilanjutkan ke beberapa kota lainnya di Indonesia seperti Bali, Surabaya, Bandung, Makassar, Yogyakarta dan berakhir di DKI Jakarta.

Hj Rita Maharani Ajak Wanita Millenial Kota Medan  Lanjutkan Perjuangan Kartini

By On April 30, 2019

Dilandasi semangat perjuangan mengangkat harkat dan martabat perempuan yang dilakukan Raden Ajeng Kartini, Ketua TP PKK Kota Medan Hj Rita Maharani mengajak seluruh kaum wanita milenial di Kota Medan untuk terus melanjutkan semangat perjuangan tersebut. Salah satunya dapat diwujudkan dengan  menciptakan generasi emas yang tangguh dan berakhlakul karimah dalam keluarga.
Menurut Hj Rita, perjuangan RA Kartini telah membawa dampak yang sangat luar biasa. Saat ini paparnya, banyak kaum wanita berada di posisi kepemimpinan bukan hal yang tabu lagi, namun adat ketimuran bangsa  masih tetap di junjung tinggi. Oleh karena itu, sebagai kaum wanita hendaknya tetap menjaga kodrat sebagai istri dan seorang ibu, sekalipun wanita karier yang berkarya dan berprofesi di bidang apapun.
“Tugas utama sebagai pendamping suami dan ibu dari anak-anak kita, merupakan tugas yang jauh lebih berat jika dibandingkan dengan profesi apapun. Karena dimulai dari keluarga akan lahir generasi-generasi penerus harapan bangsa’, kata Hj Rita Maharani ketika menghadiri Perayaan Hari Kartini yang digelar Pemko Medan di Gedung Dharmawanita Medan, Jalan Sri Rotan, Selasa (30/4).
Atas dasar itulah melalui momentum peringatan Hari Kartini, Hj Rita mengajak Kartini- Kartini di masa kini untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik  sebagai pendamping suami, sebagai ibu dari anak-anak tercinta maupun sebagai  wanita karier di bidang profesinya masing-masing.
            “Dengan semangat Kartini, mari kita jalin persatuan dan kesatuan bangsa tanpa membedakan agama, suku dan ras karena perbedaan itu justru akan memberikan warna dalam kehidupan yang kita jalani. Setidaknya momentum ini dapat membuat rasa nasionalisme kita semakin tumbuh, untuk menyegarkan semangat kita maupun  meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam membangun masyarakat yang berdaya dan sejahtera” ajaknya.
Kemudian Hj Rita berharap  agar peringatan Hari Kartini tidak sekedar mengenakan busana nasional maupun kegiatan yang bersifat sementara, tetapi merupakan sesuatu yang bersifat perjuangan  karena itu lebih berguna bagi diri pribadi, keluarga, orang lain bahkan untuk negara.
          “Hari Hartini kita peringati sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum wanita, simbol persamaan gender dan emansipasi wanita. Saat ini tidak sedikit kaum wanita yang mampu mencitrakan diri sebagai sosok wanita yang dicita-citakan Kartini, wanita yang cerdas, berprestasi, berdedikasi bagi keluarganya dan masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi wanita lainnya,” paparnya.
            Peringatan Hari Kartini yang dimeriahkan dengan berbagai perlombaan seperti lomba menyanyi Lagu Ahoi, lomba berbalas pantun serta lomba menari Ahoi turut dihadiri Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi diwakili Sekda Kota Medan Ir Wirya Alrahman MM. Dalam sambutannya, Sekda berharap  agar perayaan Hari Kartini dapat dijadikan sebagai motivasi untuk melakukan gerakan - gerakan pembaharuan dalam mendukung program -program pembangunan Kota Medan, khususnya dalam upaya mensejahterakan dan memberdayakan masyarakat.
            “Melalui peringatan Hari Kartini ini, mari jadikan sebagai motivasi dalam melakukan gerakan pembaharauan dalam mendukung program pembangunan di Kota Medan, terutama dalam mensejahterakan dan memberdayakan masyarakat,” imbau Sekda.
            Selanjutnya Sekda mengatakan, ibu-ibu TP PKK Kota Medan merupakan Kartini masa kini, sebab peran mereka sangat besar dalam mensejahterakan dan memberdayakan masyarakat selama ini. Apalagi seiring perkembangan zaman, wanita saat ini semakin berkembang dan banyak berpartisipasi di berbagai bidang kehidupan, baik bidang sosial, ekonomi maupun politik..
            Untuk itu atas nama Pemko Medan, Sekda mengucapkan selamat Hari Kartini bagi seluruh kaum wanita di Kota Medan. Kemudian Sekda mengajak untuk terus melanjutkan perjuangan Kartini dan menghayati serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
            Peringatan Hari Kartini ditutup dengan pengumuman pemenang sejumlah perlombaan dan penyerahan hadiah oleh Sekda dan Ketua TP PKK. Untuk lomba berbasal pantun, juara pertama diraih Kecamatan Medan  Deli, juara 2 diraih Kecamatan Medan Barat dan  juara 3 diraih Kecamatan Medan Tembung.
            Selanjutnya untuk lomba menyanyi Lagu Ahoi, Kecamatan Medan Marelan keluar sebagai juara pertama, Kecamatan Medan Selayang juara kjedua dan Kecamatan Medan Deli sebagai juara ketiga. Kemudian untuk lomba Tarian Ahoi, juara pertama diraih
diraih Kecamatan Medan Barat, juara 2 ditempati Kecamatan Medan Sunggal dan Juara 3 diraih Kecamatan Medan Tembung.

Buang Limbah Usahanya, Akan Terancam Sanksi Pidana & Denda

By On April 29, 2019

Bagi perusahaan yang sembarangan membuang limbah usahanya, akan terancam sanski pidana dan denda sebesar Rp 1 miliar.
Penegasan ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Ramli SE mengingatkan pada pengusaha agar mematuhi peraturan daerah (perda) Kota Medan.
"Kita juga mendorong Pemko Medan agar lebih gencar mensosialisasikan Perda Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Sehingga masyarakat dan pihak pengusaha dipastikan mengetahui dan tidak terjadi lagi pelanggaran hukum terhadap Perda,"tukas pria yang akrab disapa Nanda ini, Senin (29/4/2019).
Pemko Medan juga dituntut memaksimalkan pengawasan penerapan Perda No 1 Tahun 2016 agar terwujud pembangunan berwawasan lingkungan dan melindungi kesehatan generasi sekarang dan mendatang.
"Pelaku usaha dan masyarakat harus dipastikan terlebih dahulu mengetahui isi Perda. Dimana disebutkan Limbah B3 adalah usaha penyimpanan, pengumpulan, pemanfaatan, pengolahan dan penimbunan yang dapat merusak lingkungan sehingga merusak kesehatan,"kata politisi Golkar ini.
Untuk itu, Pemko Medan diwajibkan terlebih dahulu memberi tahu dan mengawasi dengan maksimal lalu menindak bila terjadi pelanggaran. “Kita sangat mendukung Perda ini diterapkan dengan benar,” imbuhnya.
Selain itu, pimpinan dewan ini mendesak agar Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan dapat mengkaji ulang izin perusahaan yang membuang limbahnya sembarangan. Bahkan, bila ada perusahaan yang membuang limbah ke sungai dan ke laut supaya di tindak tehas. Karena, hal tersebut dapat berdampak populasi ikan dan tangkapan ikan para nelayan yang akan dikonsumsi.
“Untuk itu, setiap perusahaan atau industri yang menghasilkan limbah B3 wajib menyediakan prasarana dan sarana pengolah limbah,”tegasnya seraya menambahkan supaya diberi sanksi penegakan hukum dengan ketentuan Undang-Undang RI No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Dalam kesempatan ini Nanda berharap bagi masyarakat supaya melaporkan siapa saja baik itu perusahaan maupun oknum yang kedapatan membuang limbah ke sungai sehingga mencemari lingkungan. “Sebab bagi pelaku perusakan lingkungan hidup diancam pidana 1 tahun penjara dan denda minimal Rp1 miliar, ” tegasnya.

Pemko Diminta Memberi Jaminan Ketersediaan Daging Layak Konsumsi

By On April 29, 2019

Pemerintah Kota Medan diminta memberi jaminan ketersediaan daging yang layak dikonsumsi masyarakat. Apalagi saat ini menjelang bulan puasa, kebutuhan masyarakat terhadap daging semakin tinggi.
"Pemko Medan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nya, yakni PD Rumah Potong Hewan agar menjamin ketersediaan daging layak dikonsumsi dan halal,"ujar Anggota DPRD Medan, H. Rajuddin Sagala SPdI, Senin (29/4/2019).
Menurut Rajuddin, PD RPH harus menjalankan Perda No 11 Tahun 2014 untuk perbaikan manajemen. Hal ini juga untuk memperbaiki kepercayaan masyarakat yang selama ini menilai, PD RPH kurang menjalankan fungsinya sehingga banyak berkembang rumah potong liar.
Hal ini berdampak berkurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PD RPH, karena pedagang maupun peternak lebih memilih memotong hewan di rumah potong liar ketimbang di PD RPH.
“Selama ini kepercayaan masyarakat dalam hal penyembelihan hewan tidak baik dan perda ini salah satu alat untuk menghimbau pedagang daging agar memotong hewan di Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan Medan,” jelas politisi PKS ini.
Sebagai anggota Komisi B yang membidangi kesehatan, Rajudin mengimbau masyarakat agar menyembelih hewan di PD RPH guna terhindar dari penyakit. Dengan begitu akan terjamin kelayakan daging untuk dikonsumsi dan halal bagi umat muslim.
Rajudin mengatakan, dengan payung hukum ini, pihaknya berharap keberadaan daging yang akan dikonsumsi oleh masyarakat di Kota Medan benar-benar halal dan baik.
“Kita sangat menekankan ini, maka PD RPH sebagai lembaga yang mengontrol kegiatan penyembelihan dan peredaran daging di Medan harus benar-benar bisa memberikan kepastian dan menjamin keberadaan daging di pasaran,” tukasnya.

Wali Kota Tinjau  Pasar Sei Sikambing & Brastagi Supermarket

By On April 29, 2019

Jelang sepekan memasuki  bulan suci Ramadhan 1440 H, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  meninjau Pasar Tradisionil Sei Sikambing  dan Pasar Modern Brastagi Supermarket di Jalan Gatot Subroto Medan,  Senin (29/4). Selain mengecek harga, peninjauan juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi. Dengan demikian masyarakat, terutama umat Islam tenang dalam menyambut datangnya bulan yang penuh kemuliaan tersebut.

                Peninjauan dilakukan Wali Kota bersama unsur Forkopimda Kota Medan diantaranya Dandim 0201/BS Kol Inf Yuda Rismansyah, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhawan Lubis, perwakilan dari Polrestabes Medan dan Kejari Medan, Asisten Ekbang Khairul Syahnan, sejumlah  pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta Kabag Humas Ridho Nasution.

Melalui peninjauan yang dilakukan tersebut dapat diketahui kondisi harga bahan kebutuhan pokok di pasar tradisionil maupun modern.  Sebab, ada kencendrungan harga bahan kebutuhan pokok merangkak naik jelang datangnya  hari besar keagamaan, salah satunya bulan puasa.  Dengan demikian Pemko Medan melalui OPD terkait dapat melakukan langkah-lagkah antisipasi  sehingga harga bahan kebutuhan pokok relatif stabil.

                Wali Kota beserta rombongan mengawali peninjauan di Pasar Tradisionil Sei Sikambing. Harga bahan kebutuhan masih relatif stabil, kenaikan harga hanya terjadi pada beberapa komiditi seperti gula putih yang kini harga jualnya menjadi Rp.12.500/kg, sebelumnya hanya Rp.11.500/kg. Berdasarkan pengakuan  Udin MS (52), salah seorang pedagang, kenaikan gula terjadi karena kekosongan barang di gudang.

                Kemudian cabai merah, harganya mulai pedas dari Rp.36.000/kg kini mulai merangkak naik sehingga dijual kepada masyarakat di kisaran Rp.38.000-Rp.40.000/kg. Diikuti cabai hijau, harga jualnya kini Rp.28.000/kg, sedang sebelumnya hanya Rp.24.000/kg. Kemudian tomat, harga jual di pasaran naik Rp.1.000/kg  dari Rp.12.000/kg kini menjadi Rp.13.000/kg. “Kenaikan terjadi mulai hari ini,” beber Jeni (48), salah seorang pedagang sayur kepada Wali Kota.

                Meski harga sejumlah komiditi mulai merangkak naik namun  ada juga yang mengalami penurunan, sebut saja  bawang putih, sebelumnya dijual dengan harga Rp.51.000/kg, kini turun menjadi Rp.48.000/kg.  Begitu juga dengan bawah merah, mengalami penurun sebesar Rp.4.000/kg karena harga sebelumnya sebesar Rp.36.000/kg kini menjadi Rp.32.000/kg.

                Sedangkan harga daging masih relatif stabil, belum ada kenaikan. Berdasarkan pengakuan sejumlah pedagang dari los (tempat penjual) daging, harga daging sapi masih stabil di kisaran Rp.110.000/kg.  Begitu juga dengan harga daging kambing, tetap stabil Rp.85.000/kg. Mereka memprediksi kenaikan harga daging baru terjadi tiga hari jelang bulan puasa. “Kemungkinan harga daging sapi bisa naik di kmisaran Rp.120.000-Rp.130.000/kg,” ungkap salah seorang pedagang daging sapi.

                Dari hasil peninjauan yang dilakukan, Wali Kota melihat harga bahan kebutuhan pokok di pasar tradisionil masih relatif stabil. Meski demikian Wali Kota mengakui ada kenaikan seperti cabai merah, gula pasir, cabai hijau dan tomat. Meski demikian kenaikan yang terjadi masih relatif aman dan tidak terlalu signifikan.

                “Untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga, kita bersama instansi terkait akan melakukan operasi pasar.  Dengan operasi pasar yang akan dilakukan, insya Allah harga bahan kebutuhan pokok yang sempat naik dapat  turun kembali. Di samping itu pasokan stok bahan kebuthan pokok akan terus disuplai ke pasar guna mencegah terjadinya kelangkaan. Sebab, stok bahan kebutuhan pokok kita aman hingga 3 bulan ke depan,”  kata Wali kota.

                Selanjutnya guna mengantisipasi terjadi penimbunan barang, jelas Wali Kota, Tim Satgas Pangan akan diturunkan  untuk melakukan pengawasan di seluruh pasar tradisionil  di Kota Medan, termasuk seluruh distributor. “Jangan lakukan penimbunan, sebab stok bahan bahan kebutuhan pokok di Kota Medan dipastikan aman,” tegasnya.

                Tidak itu saja sambung Wali Kota,  Pemko Medan dalam rangka untuk mengendalikan harga bahan pokok tetap aman akan membuka pasar murah di 151 kelurahan di Kota Medan. Ditegaskan Wali Kota, harga bahan kebutuhan pokok yang dijual di pasdar murah itu jauh relatif lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran.

                Usai meninjau Pasar Tradisionil, Wali Kota beserta rombongan selanjutnya melakukan pengecekan harga di Pasar Moder Brastagi. Hal itu dilakukan untuk membandingkan harga jual bahan kebutuhan pokok di pasar tradisonil dengan pasar modern. Dari hasil peninjauan terjadi perbedaan harga, seperti harga daging sapi Rp.139.900/kg, ayam boiler 36.900/kg dan ayam kampung Rp.69.900/ekor.

Perbedaan harga ini terjadi karena  daging sapi maupun ayam dijual dalam bentuk telah dikemas dengan baik. Sedangkan harga bahan kebutuhan pokok lainnya seperti tepung terigu, minyak goreng, gula pasir juga masih relatif stabil dan belum ada menunjukkan tanda-tanda kenaikan.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *