HEADLINE NEWS

Pilihan Dakri News

LightBlog
Adbox

Popular

MoU pendampingan hukum Kejari - PUPR Tebingtinggi, Kajari Mustaqpirin: Beda dengan TP4D

By On Agustus 06, 2020

  

" MoU merupakan pelaksanaan fungsi pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi di kalangan Organisasi Perangkat Daerah(OPD) di Pemko Tebingtinggi," | Kajari Tebingtinggi Mustaqpirin SH MH

Dakrinews,-Tebingtinggi 

Kepala Kejaksaan Tebingtinggi Deli, Mustaqpirin SH MH mengatakan, Momerandum Of Understanding (MoU) pendampingan hukum antara Kejari - Dinas PUPR berbeda dengan Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Ia menuturkan, bahwa Kejaksaan berperan sebagai pengacara negara dan melakukan bimbingan pendampingan hukum terkait pengadaan barang dan jasa agar taat terhadap hukum.

MoU merupakan pelaksanaan fungsi pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi di kalangan Organisasi Perangkat Daerah(OPD) Tebingtinggi.

Termasuk beragam hal yang berhubungan dengan hukum perdata, serta ketata usahaan negara di tengah Covid-19 untuk percepatan serapan anggaran pembangunan.

" Kejaksaaan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) terus melakukan sosialisasi hukum kepada OPD," jelas Mustaqpirin di Dinas PUPR kawasan G Leuser didampingi Kasi Datun, Tulus Sianturi SH MH pada pertengahan Juli kemarin.

Pendampingan hukum, menurutnya menjadi daya mendorong pembangunan, agar pertumbuhan ekonomi dapat berkembang dan dirasakan masyarakat.

Kepala Dinas PUPR, Rusmiyaty Harahap ST menjelaskan, MoU merupakan kerjasama awal antara Kejaksaan Negeri Tebingtinggi Deli dengan Pemerintah Kota.

" PUPR menindaklanjuti MoUnya, terima kasih Kejaksaan untuk pendampingan hukumnya," ucapnya.

Petang itu, Rusmiaty hadir didampingi Sekretaris Dinas PUPR, Kepala Bidang (Kabid) Pengairan ,Kabid Tata Bangunan, Kabid Tata Ruang, Kepala UPTD Ipal, Kasi Bina Marga, Kasi Jasa Kontruksi, PPTK, termasuk Direktur PDAM Tirta Bulian dan Kabid Inspektorat.

" Tahun 2020, ada 9 paket proyek strategis pembangunan yang bakal dikerjakan, tentu dalam pendampingan hukum Kejaksaan Negeri Tebingtinggi Deli," ungkapnya.(*)







 





    

Medan Butuh Sosok Muda yang Mampu Berbuat dan Menghapus Image Negatif Kota

By On Agustus 04, 2020


Medan : Eskalasi politik menjelang pesta demokrasi di Kota Medan, terus meningkat. Terlebih dengan memanasnya persaingan antara 'Duo Nasution'.

Akhyar Nasution, sebagai petahana yang sebelumnya kader PDI Perjuangan yang kini diusung Demokrat, dengan Bobby Affif Nasution, sang penantang yang kini tengah menjadi 'Rising Star' di dunia politik Kota Medan.

Berbagai respon dari sejumlah kalangan juga terus bermunculan dari persaingan keduanya. Bahkan tak jarang isu-isu saling menjatuhkan lawan politik terus dihembuskan. 

Berdasarkan kaca mata Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Forum Masyarakat Pemantau Negara (Formapera), saling serang dalam dunia politik dengan tujuan menjatuhkan lawan adalah hal biasa.

"Tentu, selama masih dalam koridor yang jelas dan tak melanggar aturan apapun, cara atau trik apapun yang dilakukan seorang calon atau timnya dalam meningkatkan popularitas sah-sah saja, alias tidak ada yang salah," ungkap Teuku Yudhistira, Ketua Umum DPN Formapera kepada wartawan, Rabu (5/8/2020).

Formapera juga mengingatkan, khusus untuk Pilkada di Kota Medan, lanjutnya, setiap kandidat hendaknya mampu memahami terlebih dahulu apa yang menjadi keinginan dan harapan masyarakat, jika ingin mendapat panggung di tengah rakyat.

Terlebih, upaya itu hendak diraih, di antara trauma yang sangat membekas di sanubari warga Medan, bagaimana pemimpin masyarakat yang harusnya menjadi panutan, justru malah menjadi 'Monster' yang tega mengkhianati rakyat.

"Semua itu tentu sudah menjadi rahasia umum. Hattrick Walikota Medan harus berakhir di tangan aparat penegak hukum seperti KPK dan Kejakasaan, pastinya jelas sangat membekas di hati masyarakat," tandas pria yang akrab disapa Yudis ini.

Karena itu, seorang kandidat yang nanti ditetapkan oleh KPU sebagai calon yang siap bersaing dalam Pilkada pada Desember 2020 mendatang, harus mampu menjawab tantangan itu.

Warga Medan tentunya bukan hanya membutuhkan sosok yang bersih dari prilaku korup, yang mampu merubah image negatif serta dan bisa mengangkat derajat Medan dari kegagalan pembangunan, juga menjadi point penting yang sangat dibutuhkan.

"Dari wacana itu pula, Formapera menilai sosok yang tepat itu ada pada Bobby Affif Nasution. Sosok muda yang humble dan terlihat sudah mampu menunjukkan kredibilitasnya sebagai pemimpin masa depan yang diidamkan," tegasnya.

Bahkan bukan sekadar alternatif, dengan kemampuannya yang luwes bermain di tingkat lokal hingga menembus ke level pemerintah Pusat, Bobby bakal menjadi jembatan untuk memajukan Kota Medan.

Tak setuju dengan pendapat ini juga tak ada masalah, asalkan cara pandang setiap orang tidak subjektif, khususnya tentang siapa Bobby atau karena dia menantu Presiden Jokowi. Tapi coba berfikir lebih jernih, niatnya untuk membangun kota ini mulai terlihat sejak awal. Teori pendekatannya dengan menyentuh langsung ke rakyat juga harus diapresiasi.

Tidaklah berlebihan jika mencoba flash back, bukan Formapera saja yang menilai telah terjadi kegagalan pembangunan, namun pastinya semua masyarakat Medan juga merasakan itu.

Khususnya dalam urusan infrastruktur. Karena itu, sosok yang mampu menuntaskan segala yang tertunda, mampu mengangkat derajat Kota Medan serta menghapus image negatif itu paling dibutuhkan saat ini hanya Booby. 

Lagi-lagi, jangan menilai subjektif, apalagi menyangkut usia. Jangan pandang muda atau belum berpengalaman. Untuk apa berpengalaman kalau toh merusak dan hanya untuk mencari keuntungan saja untuk menjadi Walikota. Ini pemilihan kepala daerah, bukan mau melamar pekerjaan yang membutuhkan pengalaman. Siapa yang mampu berbuat, itu yang akan dipilih rakyat. Dan Formapera merasa tekad perubahan itu semuanya ada sudah ditunjukkan Bobby.(*)

Akhyar Terima Audiensi Dandim 0201 /BS

By On Juli 29, 2020

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir.H.Akhyar Nasution,M.Si menerima audiensi dari Dandim 0201/BS dirumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (29/7). Selain untuk bersilaturahmi, audiensi ini juga untuk membahas kesiapan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2020. Dikatakan Dandim 0201/BS, Letkol Inf Agus Setiandar,S.I.P, TMMD tahun 2020 direncanakan akan digelar bulan September mendatang berlokasi dikawasan Medan Utara karena itu demi kelancaran pelaksanaan TMMD perlu terus di kordinasikan dengan Pemko Medan.

"Sesuai dengan arahan dari Bapak Plt Wali Kota Medan, TMMD dilaksanakan di wilayah utara karena disana kawasan yang masih perlu dibenahi."kata Dandim 0201/BS. Sementara itu Plt Wali Kota Medan didampingi Asmum, Renward Parapat, Kasat Pol, M.Sofyan, dan Sekwan, Abdul Azis mengapresiasi dengan akan digelarnya TMMD tahun 2020 ini. Plt Wali Kota Medan juga menyarankan agar pelaksanaan TMMD tahun ini digelar di kawasan Medan Utara tepatnya di kampung nelayan.

"Kawasan tersebut masih perlu dibenahi karena masih sering terjadi longsor."ungkap Plt Wali Kota Medan.

Akhyar Terima Audiensi Dandenpom 1/5 BB

By On Juli 29, 2020

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir.H.Akhyar Nasution,M.Si menerima audiensi dari Dandenpom 1/5 BB di rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (29/7). Selain untuk bersilaturahmi, kehadiran Dandenpom 1/5BB, Letkol CPM Anggun Hendryantoro,SH.M.SC juga menyampaikan undangan terkait serah terima jabatan dirinya untuk menduduki jabatan baru di Mapuspomad sebagai penyidik, dimana serah terima jabatan ini direncanakan akan berlangsung tanggal 4 Agustus 2020 mendatang.

"Karena itu saya mohon pamit meninggalkan kota Medan terimakasih atas bimbingannya selama ini,"ujarnya. Plt Wali Kota Medan didampingi Kasat Pol PP Kota Medan, M.Sofyan dan Sekwan Kota Medan, Abdul Azis mengucapkan selamat dan semoga semakin sukses atas jabatan baru yang nantinya akan diemban. Tidak hanya itu saja Plt Wali Kota Medan juga mengucapkan terimakasih karena selama ini Dandenpom 1/5 BB dibawah kepemimpinan Letkol CPM Anggun Hendryantoro telah bekerjasama dan membangun sinergitas yang baik dengan Pemko Medan.

"Selamat bertugas ditempat yang baru, semoga semakin sukses dan saya ucapkan terimakasih atas sinergitas yang telah terjalin dengan baik selama ini."kata Plt Wali Kota Medan. Audiensi ini pun berlangsung hangat sembari berbincang tentang kota Medan.

Akhyar Ajak Elemen Masyarakat Meningkatkan Kesadaran dan Disiplin

By On Juli 29, 2020

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir. H. Akhyar Nasution, MSi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat beraktifitas. Hal terkecil yang dapat dilakukan di tengah Pandemi adalah dengan mengenakan masker guna mencegah diri dan orang lain dari penularan dan penyebaran Virus Covid-19.

Hal ini disampaikan Plt Wali Kota Medan didampingi Kadis Kesehatan dr Edwin Effendi, Kadis Ketenagakerjaan, Hanna Lore Simanjuntak, Kadis Perdagangan, P Parlindungan Nasution dan Kabag Tapem Rasyid Ridho Nasution, ketika menerima audiensi Kawan Lama Foundation di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman, Rabu (29/07). Selain bersilaturahmi, Kehadiran Kawan Lama Foundation yang dipimpin Store Manajer Ace Hardware, Reno Irawan Sinaga juga menyerahkan bantuan 5.000 Masker dan 75 Liter HandSanitizer untuk Kota Medan. Diharapkan bantuan ini dapat bermanfaat untuk membantu Penanganan Covid-19 di Kota Medan.

Dikatakan Plt Wali Kota Medan, jumlah pasien Positif Corona di Kota Medan dua bulan ini terus mengalami kenaikan yang signifikan. Selain itu saat ini cluster penyebaran Virus berada di Perkantoran. Oleh karenanya dibutuhkan peran serta dan kesadaran masyarakat untuk mentaati Protokol Kesehatan agar bersama -sama kita menekan dan memutuskan rantai penyebaran Virus Covid-19.

"Saat ini yang dibutuhkan adalah kesadaran dari kita semua akan pentingnya penerapan protokol kesehatan ketika beraktifitas. Artinya protokol kesehatan ini Tidak hanya demi kebaikan pribadi, tapi demi kebaikan kita semua agar dapat menekan angka penyebaran Virus Covid-19. Oleh karenanya Kami mengajak Kawan Lama Foundation yang menaungi Ace Hardware agar tetap disipilin menerapkan Protokol Kesehatan di seluruh store", kata Plt Wali Kota Medan. Selanjutnya Plt Wali Kota Medan mengucapkan terima kasih kepada Kawan Lama Foundation yang telah memberikan bantuan masker dan HandSanitizer untuk Kota Medan. Tentunya bentuk kepedulian ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Kota dalam penanganan Covid-19.

"Atas bantuannya, Pemko Medan mengucapkan terima kasih kepada Kawan Lama Foundation. Kepedulian ini tentunya kami apresiasi dan semoga bantuan ini dapat membantu Pemko Medan dalam penanganan Covid-19 di Kota ini", ungkap Akhyar. Sementara itu, Store Manajer Ace Hardware Reno Irawan Sinaga mengungkapkan bahwa Ace Hardware melalui Kawan Lama Foundation yang merupakan yayasan dibidang sosial memprogram bantuan Masker dan HandSanitizer di 25 Kota se Indonesia yang diperuntukkan untuk rumah sakit rujukan Pemerintah. Untuk Kota Medan kami memberikan 5.000 Masker dan 75 Liter HandSanitizer.

"Semoga dengan donasi ini dapat membantu Pemerintah dalam penanganan Covid-19 agar perekonomian kita dapat lebih baik lagi kedepannya. Untuk Store Ace Hardware kami tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan Seluruh outlet, khususnya 8 outlet di Kota Medan", katanya.

Akhyar Serahkan Bantuan Sembako Secara Simbolis

By On Juli 28, 2020

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si secara simbolis menyerahkan paket bantuan sembako kepada masyarakat di Masjid Al-Ikhlas jalan Aluminium III, Kec. Medan Deli, Selasa (28/7).

Bantuan yang berasal dari Indomaret dan SGM ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat ditengah pandemi covid-19 saat ini.

"Saya ucapkan terima kasih untuk kesekian kalinya Indomaret dan SGM memberikan bantuan kepada masyarakat, semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat di tengah situasi pandemi covid-19 saat ini."ungkap Plt Wali Kota Medan.

Disamping itu Plt Wali Kota Medan juga menyadari pandemi covid-19 yang terjadi saat ini telah merubah sisi kehidupan masyarakat baik dari segi kesehatan dan juga ekonomi, karena itulah Pemerintah terus berupaya agar menyelamatkan kedua sisi ini.

"Dua-duanya harus kita selamatkan, tidak ada yang boleh dikorbankan."kata Plt Wali Kota Medan.

Sementara itu Branch manager PT.Indomaret Cabang Medan, Muhamad Lukman mengatakan bantuan ini merupakan program CSR dari Indomaret dan SGM. Bantuan yang diberikan sebanyak 300 paket sembako. Dirinya juga berharap bantuan yang diberikan ini dapat membantu masyarakat.

"Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat untuk masyarakat yang terdampak covid-19 dan semoga covid-19 ini dapat segera berlalu."ujarnya.

Turut hadir pula dalam pemberian sembako ini Branch Manager PT.Sarihusada (SGM), Winarno dan Camat Medan Deli, Fery Suheri, S.Sos.

Wabah Covid 19 Membuat Masyarakat Menjadi Paranoid

By On Juli 27, 2020

Pandemi wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) menjadi paranoid tersendiri di kalangan masyarakat. Sebab, kondisi ini membuat masyarakat enggan melakukan pengecekan kesehatan ke rumah sakit, karena takut dinyatakan Covid-19.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Hasyim, mengaku prihatin melihat kondisi ini. “Terus terang, kita prihatin melihat kondisi ini, masyarakat takut jika diagnosa yang didengar nantinya terpapar Covid-19,” kata Hasyim menjawab wartawan terkait keluhan masyarakat pada ketakutan mau ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatannya, kemarin.

Kasus-kasus seperti ini, kata Hasyim, sering terdengar di sejumlah media massa baik online, cetak dan elektronik. “Makanya, sering terjadi kesalahpahaman antara pihak rumah sakit dan pasien, sehingga terjadi keributan,” kata Hasyim.

Karenanya, Hasyim, mengimbau kepada pihak rumah sakit agar jangan terburu-buru memberikan dianogsa kepada pasien terkait penyakit yang diderita pasien, sebelum keluar hasil laboratorium.

“Disinilah perlu adanya kejelian pihak rumah sakit menentukan apakah terjangkit atau tidak si pasien tersebut. Makanya diperlukan hasil dari laboratorium keluar,” ujarnya.

Dalam masalah ini, Hasyim, berharap adanya edukasi pihak rumah sakit kepada masyarakat terhadap penyebaran wabah Covid-19 itu. “Jangan sampai gagal faham, yang mengakibatkan jadi pemicu kekisruhan. Dan jangan sampai pula ada indikasi pihak rumah sakit mengejar sesuatu target. Nah, ini yang tidak boleh,” tandasnya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *